Hukum Asuransi Menurut Islam (3 Pendapat) Yang Berbeda

Posted on 363 views

Hukum asuransi menurut islam – Asuransi adalah sistem ganti rugi finansial atau perlindungan finansial baik itu properti, jiwa, ataupun kendaraan. Dengan melakukan pembayaran premi setiap bulannya yang ditetapkan oleh perusahaan asuransi tersebut. pengertian klaim asuransi

Asuransi bisa diklaim apabila setelah Kita mengikuti (daftar) program asuransi tersebut dan membayar uang muka serta membayar premi setiap bulannya. Maka apabila Kita mengalami kerugian atau kecelakaan maka dengan program asuransi tersebut Kita akan mendapatkan ganti rugi. Lantas bagaimana hukum asuransi menurut islam ?

hukum asuransi menurut islam
hukum asuransi menurut islam

Ada 3 pendapat + 1 pendapat MUI tentang hukum asuransi menurut islam, jadi Kalian bisa memutuskan sendiri mau mengikuti fatwa siapa.

1. Hukum Asuransi Menurut MUI

Asuransi diperbolehkan, dengan catatan dana yang terkumpul dikelolah sesuai dengan syariat islam. Seperti yang disebutkan dalam fatwa MUI NO. 21/DSN-MUI/X/2001 yaitu tentang pedoman asuransi syariah. Dijelaskan bahwa bagaimana asuransi yang sesuai dengan syariat islam.

a. Sebagai Bentuk Perlindungan

asuransi syariah di indonesia
asuransi syariah di indonesia

Asuransi digunakan sebagai bentuk perlindungan ” Dalam menyongsong masa depan dan upaya meng-antisipasi kemungkinan terjadinya risiko dalam kehidupan ekonomi yang akan dihadapi, perlu dipersiapkan sejumlah dana tertentu sejak dini ” sesuai yang tertulis fatwa MUI NO. 21/DSN-MUI/X/2001.

b. Sebagai Unsur Kebaikan

Setiap produk asuransi syariah harus mengandung unsur kebaikan atau biasanya disebut dengan akad tabbaru’. Adapun besarnya premi dapat ditentukan melalui rujukan yang ada, misalnya merujuk pada tabel mortalita untuk menentukan premi pada asuransi jiwa dan tabel morbidita untuk menentukan premi pada asuransi kesehatan, dengan syarat tidak memasukkan unsur riba dalam perhitungannya.

c. Terdapat Unsur Tolong Menolong

hukum asuransi syariah dalam islam
hukum asuransi syariah dalam islam

Salah satu alasan diperbolehkannya asuransi menurut MUI adalah karena terdapat unsur tolong menolong, dimana uang yang terkumpul digunakan untuk membantu orang yang mendapat masalah kecelakaan, atau masalah lainnya yang merugikan bagi dirinya.

2. Kata Fatwa Syeikh Ali Jum’ah Mukhti Al-Azhar Mukhti Mesir

Kata beliau, asuransi ini dulu tidak ada di zaman nabi, karena tidak ada di zaman nabi, maka ulama ber ijitihad tentang asuransi ini, terdapat 3 pendapat berbeda dari masing masingnya:

a. Asuransi Itu Halal

Kata pendapat pertama bahwa asuransi itu halal, mengapa demikian ? Karena di asuransi itu terdapat unsur tolong menolong, dana terkumpul dari masing masing orang yang mengikuti program asuransi tersebut. Ketika salah seorang dari yang mengikuti asuransi tersebut kecelakaan, akibat terkumpul duit yang banyak maka Dia pun tertolong.

Dilihat dari segi tolong menolongnya maka pendapat pertama mengatakan bahwa asuransi tersebut adalah halal. pengertian klaim asuransi

b. Asuransi Itu Haram

Kata pendapat kedua bahwa asuransi itu haram, dimana letak haramnya ? Ketika seseorang memasukkan duit RP.100.000,- bisa dapat Rp.100.000.000 (100 Juta), padahal baru saja Dia memasukkan duit 100 ribu. Sedangkan yang sudah 10 tahun memasukkan duit 100 ribu tidak pernah dapat 100 juta, karena Dia tidak ada mengalami kecelakaan.

Karena hal tersebut akhirnya Dia membuat kecelakaan untuk dirinya sendiri secara sengaja, agar turun duit asuransi tersebut. Maka Dia disini dikatakan ghoror (judi) karena terdapat unsur tersebut, makanya pendapat kedua mengatakan ini haram.

c. Lihat Dulu Perusahaan Yang Mengelolah

Kata pendapat ketiga bahwa asuransi itu lihat dulu siapa yang mengelolahnya, kalau yang mengelolah asuransi tersebut perusahaan profit maka haram, tapi kalau yang mengelolah non-profit maka halal. Contoh non-profit adalah dibentuknya serikat tolong menolong dalam perusahaan tempat Kita bekerja dengan tujuan membantu karyawan yang mengalami kecelakaan (non-profit).


Sekian tentang hukum asuransi menurut islam yang sudah dijelaskan oleh 3 pendapat + 1 pendapat MUI. Sekiranya informasi ini bermanfaat, mohon untuk klik tombol share yang berada diakhir postingan ini.

Rate/Vote ?
[Total: 0 Average: 0]
Gravatar Image
Seorang pecinta teknologi yang suka membagi ilmu ilmu yang bermanfaat untuk memecahkan masalah orang orang yang berada dalam dunia teknologi

2 thoughts on “Hukum Asuransi Menurut Islam (3 Pendapat) Yang Berbeda

  1. Hi my family member! I want to say that this post is amazing, great written and include approximately all important infos.
    I would like to peer extra posts like this .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *