Berakal.com

√ 5 Cara Menghilangkan Virus di Flashdisk Secara Permanen

Posted on 65 views


Daffa Seseorang yang suka utak-atik hal yang berkaitan dengan teknologi terutama mengenai Android, Komputer, dan Internet.

2 min read

Meskipun flashdisk sangat praktis untuk digunakan, namun flashdisk sangat rentan terkena virus. Meski begitu kita dapat menghilangkan virus di flashdisk dengan beberapa cara.

Flashdisk merupakan salah satu media penyimpanan yang sangat simpel. Flashdisk dapat kita bawa kemanapun karena ukurannya sendiri cukup kecil.

Selain itu kita juga dapat dengan mudah memindahkan data dari satu komputer ke komputer lain.

Karena itulah, meskipun sekarang sudah banyak hardisk eksternal, flashdisk masih tetap jadi andalan untuk digunakan.

Karena kepopuleran flashdisk sendiri maka tidak heran jika para pembuat virus menargetkan flashdisk sebagai korbanya.

Virus dapat dengan mudah menyerang flashdisk karena memang flashdisk sering berpindah dari satu PC ke PC lain.

Ada banyak sekali virus yang menyerang flashdisk. Yang paling umum adalah virus shortcut yang tiba-tiba muncul di flashdisk kita.

Ada juga virus yang cukup bahaya bahkan dapat membuat flashdisk tersebut tidak dapat dibaca lagi atau rusak.

Cara Menghilangkan Virus di Flashdisk Secara Permanen

Terdapat 5 cara mudah yang dapat kita lakukan untuk menghapus semua virus yang menyerang flashdisk kita.

1. Scan Menggunakan AntiVirus

menghapus virus shortcut

Cara pertama yang bisa kita lakukan adalah dengan memindai flashdisk tersebut.

Cara ini sangat mudah diatasi apalagi jika AntiVirus yang kita gunakan sudah kita update.

Sebaiknya sebelum kita membuka folder dan file yang ada di flashdisk. Terlebih dahulu kita lakukan pemindaian flashdisk saat baru terbaca oleh komputer kita.

Apabila setelah dilakukan scanning pada flashdisk dan tidak ditemukan virus. Maka flashdisk tersebut dalam keadaan baik.

Namun jika ternyata terdapat virus, kita bisa langsung mengkarantina atau menghapus virus tersebut secara permanen.

Ada beberapa aplikasi AntiVirus yang terbukti ampuh untuk menghilangkan virus di flashdisk.

Seperti Kaspersky, Smadav, Avast, Windows Defender, AVG, dan beberepa antivirus ternama lainnya.

2. Hapus Virus dengan CMD

Virus yang paling banyak menyerang flashdisk adalah virus shortcut. Virus shortcut dapat dengan mudah kita atasi dengan apliaksi Smadav.

Namun bagaimana jika kita tidak memiliki aplikasi Smadav di komputer kita? Kita dapat menghapusnya dengan menggunakan CMD.

Virus shortcut sendiri tidak dapat dihapus meskipun kita telah menekan tombol delete atau shift+delete.

Virus ini biasanya menampilkan file kita dalam bentuk shortcut. Sementara file kita disembunyikan oleh virus tersebut.

Virus ini memang tidak terlalu bahaya, namun tentu saja sangat merugikan karena file pada flashdisk kita dirubah menjadi shortcut saja.

Cara menghilangkan virus shortcut dengan CMD:

  1. Hubungkan flashdisk dengan laptop kita.
  2. Setelah itu aktifkan fitur show hidden file. fitur ini akan menampilkan folder dan file yang statusnya hidden.
  3. Kemudian jalankan program CMD. Pada Windows 10 kita tinggal ketik CMD pada search bar. Pada Windows versi sebelumnya kita dapat membukanya dengan membuka RUN lalu ketik CMD.
  4. Selanjutnya ketik lokasi partisi flashdisk kita. Jika flashdisk berada di partisi F maka ketik (f:) tanpa tanda kurung. Jika partisi berada di G maka ketik (g:) tanpa tanda kurung.
  5. Setelah itu ketikan -s -r -h /s /d kemudian tekan Enter.cara menghilangkan virus di flashdisk dengan CMD
  6. Setelah melakukan langkah diatas, cek flashdisk kita. Biasanya data yang ada di flashdisk kita akan kembali meskipun virus shortcut tersebut belum hilang.

Sebaiknya setelah melakukan langkah tersebut pindah data yang ada di flashdisk ke hardisk. Setelah itu format flashdisk tersebut. Dengan begitu maka virus shortcut dan virus lainnya akan hilang.

3. Hapus dengan Removal Tool

software removal tool

Jika kita belum puas menghapusnya dengan menggunakan antivirus. Kita juga dapat memanfaatkan program Removal Tool.

Kita cukup mencari program ini di Google. Namun untuk melakukan cara ini, kita harus tahu persis jenis virus yang menyerang flashdisk kita.

Jika nama virus sudah terdeteksi, biasanya menghapus virus dengan removal tool lebih ampuh jika dibandingkan dengan menggunakan antivirus.

4. Hapus Virus Secara Manual

delete button

Selain menggunakan Anti Virus dan juga berbagai cara diatas. Kita dapat menghilangkan virus dengan menghapusnya secara manual.

Namun untuk melakukan cara ini, kita harus menghapusnya melalui sistem operasi lain. Yang umum digunakan adalah Linux.

Ada banyak sekali distributor Linux dengan ukuran yang kecil sehingga mudah dipasang di flashdisk. Dengan begitu boot Linux dapat dilakukan secara otomatis ketika flashdisk terpasang.

Kenapa kita harus menggunakan Linux untuk menghapusnya? Jawabannya sangat simpel, karena pada umumnya virus akan menyerang sistem operasi Windows.

Dengan begitu virus tidak akan menyerang sistem operasi Linux. Maka kita juga dapat dengan mudah menghapus virus yang bersarang di flashdisk tersebut tanpa takut menyebar ke PC Windows kita.

5. Memanfaatkan AntiVirus Portabel

cara menghilangkan virus di flashdisk dengan antivirus portable

Cara terakhir yang dapat kita gunakan adalah dengan menghilangkan virus di flashdisk dengan antivirus portabel.

Antivirus ini memang sangat bermanfaat jika kita sering menggunakan komputer lain dan bertukar data melalui flashdisk.

Dengan aplikasi antivirus portabel kita tidak perlu repot untuk menginstal antivirus PC. Cukup dengan menjalankan aplikasi antivirus portabel maka masalah akan dapat diatasi dengan cepat.

Dari 5 cara diatas, cara yang paling ampuh untuk menghilangkan semua virus yang ada di flashdisk adalah dengan cara format. Namun, sebelum melakuakn format pastikan sudah tidak ada penting pada flashdisk tersebut.

Rate/Vote ?
[Total: 0 Average: 0]
Loading...
Gravatar Image
Seorang pecinta teknologi yang suka membagi ilmu ilmu yang bermanfaat untuk memecahkan masalah orang orang yang berada dalam dunia teknologi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *